Hijab atau Jilbab?

Perbedaan Hijab, Jilbab, dan KerudungHijab atau jilbab? Di antara keduanya sebenernya mana sih yang diwajibkan bagi muslimah? Serta apa sih perbedaan antara keduanya? Kita simak aja yuk pembahasannya berikut.

“…Apabila kamu meminta sesuatu (keperluan) kepada mereka (istri-istri Nabi), maka mintalah dari belakang hijab. (Cara) yang demikian itu lebih suci bagi hatimu dan hati mereka…” (Al-ahzab : 53).

Ayat di atas merupakan ayat yang menjelaskan tentang hijab. Jadi, sebenarnya hijab merupakan syari’at yang diberikan kepada istri-istri Nabi. Sedangkan pengertiannya sendiri hijab bermakna penghalang atau tabir antara laki-laki dan perempuan untuk tidak saling melihat. Istilah hijab dikhususkan bagi istri-istri Nabi dalam bergaul dengan laki-laki lain di dalam rumah, untuk membedakan istri Nabi dari perempuan yang lainnya, serta untuk menghormati keluarga Rasulullah Saw.

Dalam aplikasinya, ayat hijab ini dilaksanakan dalam dua bentuk. Pertama, bentuk langsung pemasangan tabir di dalam rumah ketika istri-istri Nabi berbicara dengan yang bukan mahram. Kedua, para istri Nabi menggunakan penutup wajah dan seluruh tubuh ketika keluar rumah untuk suatu urusan yang syar’i. Hal ini nih yang kemudian dijadikan pegangan bagi sebagian muslimah yang mengenakan cadar, yaitu dengan alasan mengikuti istri Nabi. Padahal kewajiban menutup wajah atau menggunakan cadar cuma untuk istri Nabi. Jadi, hukum mengenakan cadar bagi kita para musllimah bukan sunah ya, apalagi wajib. Tapi, kalau di timur tengah sana sih boleh-boleh aja pakai cadar sebagai perlindungan diri dari cuaca atau sekedar mengikuti adat.

Yang berikut ini baru merupakan ayat tentang jilbab yang diwajibkan bagi kita selaku muslimah, sebagaimana firman Allah dalam surah Al-Ahzab : 59.

“Wahai Nabi! Katakanlah  kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, “Hendaklah mereka menutupkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk dikenali, sehingga mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Sudah jelas kan bahwa menegnakan jilbab merupakan kewajiban bagi seluruh muslimah termasuk istri Nabi sesuai firman Allah di atas? Sedangkan ayat tentang hijab hanya dikhususkan untuk istri Nabi. Para perempuan sahabiyat juga baik sebelum maupun sesudah turunnya ayat hijab penampilannya tetap sama seperti muslimah pada umumnya. Pakaian muslimah tidak disebut sebagai hijab, tetapi disebut sebagai jilbab atau khimar (dalam surah An-Nur: 30). Jilbab adalah pakaian panjang yang merangkapi pakaian dalam perempuan dan tidak menutup wajahnya. Sedangkan khimar merupakan penutup kepala yang dijulurkan sampai menutupi dada, bukan penutup wajah.

Sekarang sudah jelas kan perbedaan antara hijab dan jilbab? Jangan sampai salah persepsi lagi ya. Kiranya ada yang kurang sependapat, silahkan ajukan kritik dan sarannya. Semoga bermanfaat :)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *